HAHoe FH USK

Haba Aneuk Hukoem (HAHoe) merupakan salah satu UKM yang berdiri di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh merupakan museum yang di bangun setelah tragedi Tsunami yang menimpa Aceh

Fakultas Hukum Unsyiah

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Sabtu, 24 Oktober 2015

ALSA LC UNSYIAH MENGADAKAN SEMINAR NASIONAL MPR-RI

(foto sumber:google)



Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode
Tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
Kita mesti keluar ke jalan raya
Keluar ke desa-desa
Mencatat sendiri semua gejala
Dan menghayati persoalan yang nyata

Apakah artinya kesenian
Bila terpisah dari derita lingkungan
Apakah artinya berpikir
Bila terpisah dari masalah kehidupan.

(Sepenggal Sajak sebatang lisong karya W.S. Rendra yang dibawakan oleh Nazar Shah Alam dan Shafira Maulizar, pada pembukaan acara.)


Darussalam, 23 oktober 2015- ALSA LC UNSYIAH mengadakan seminar nasional MPR-RI dengan tema “Penataan Sistem Peraturan Perundang-Undangan Berdasarkan Pancasila” di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Seminar yang dimoderatori oleh Erlanda Juliansyah Putra S.H., M.H. ini dihadiri langsung oleh M.Nasir Djamil  S.Ag., M.Si. (Anggota Komisi III DPR RI Dapil I Aceh periode 2014-2019) dan Prof. Dr. Faisal A. Rani S.H., M.Hum. (Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala) sebagai pemateri nya.

Selain itu juga hadir beberapa praktisi Hukum Tata Negara dan juga  Presiden Asean Law Student Association (ALSA) Indonesia, Bayu Sri Harudito.

Sebagai pemateri pada seminar ini, M. Nasir Djamil S.Ag., M.Si. selaku anggota Komisi III DPR-RI mengatakan, “menghadapi globalisasi bagaimana perundang-undangan yang di buat atau di bentuk oleh indonseia ini bisa bercirikhas dan berkarakter bangsa Indonesia, maka penataan sistem yang berdasarkan pancasila itu menjadi penting, Kita hari ini dikhawatirkan dengan berbagai macam intervensi sehingga orang menilai dalam pembentukan undang-undangan ada upaya memasukan kepentingan-kepentingan asing yang itu tidak sejalan dengan karakter bangsa, Itu sebabnya kenapa MPR perlu mendiskusikan dalam bentuk seminar agar kemudian ada input-input yang bisa di dapat sehingga itu nanti menjadi bahan bagi DPR saat membentuk undang-undang”.

Sebelumnyanya,  Prof. Dr. Faisal A. Rani S.H., M.Hum. mengatakan, “Indonesia bukan Negara sekuler atau bukan Negara tanpa agama, Negara Indonesia adalah Negara ketuhanan yang maha esa”. Beliau juga menambahkan bahwa sekarang ini, semua undang-undang bersifat sensitif, tidak hanya untuk kepentingan rakyat, tapi juga untuk kepentingan asing. Oleh karena itu isi sila ke 5 “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, sangatlah penting bagi kita.

Nasir Djamil S.Ag., M.Si.berharap mudah-mudahan mahasiswa fakultas hukum khususnya dan para civitas akademika di fakultas hukum juga bisa membahas ini sehingga di harapkan kampus memiliki kontribusi untuk tetap menghadirkan peraturan per udang-undangan di Indonesia yang punya karakter, salah satunya karakter bangsa yaitu pancasila.

Semula kegiatan ini hanya ditargetkan untuk 150 orang peserta, jumlah yang ditargetkan oleh panitia ALSA LC Unsyiah berlawanan dengan animo yang di tunjukan oleh mahasiswa fakultas hukum unsyiah, meski tampak sedikit berdesak-desakan, tapi acara kegiatan ini berlangsung tertib dan aman.(cen.)

Senin, 12 Oktober 2015

"HARI INI YANG MENGATUR KALIAN ADALAH KAMI, BUKAN KALIAN"

(aksi "Aliansi Mahasiswa Unsyiah" dalam penyampaian tuntutan di gedung rektorat Unsyiah, taken by:aldi)

Banda aceh
, Senin 12-10-2015. Ratusan mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam “ Aliansi Mahasiswa Unsyiah” mendatangi gedung rektorat Unsyiah untuk menyampaikan aspirasi mereka dan tuntutan kepada rektor Universitas Syiah Kuala.

Para mahasiswa menuntut agar rektor keluar dari dalam gedung dan mendegarkan aspirasi dan tuntutan-tuntutan mahasiswa.

Tapi para mahasiswa tidak terima,karena yang turun untuk mendengarkan tuntutan mahasiswa adalah pembantu rektor III (Dr.Ir. Alfiansyah yulianur BC.).
 

Mahasiswa menyatakan beberapa tuntutannya di antaranya,cabut skorsing yang diberikan kepada 10 mahasiswa yang terkait, rektor harus meminta maaf
  kepada mahasiswa melalui media,rehabilitasi FISIP dan berikan fasilitas yang layak,dan revisi ulang peraturan mengenai acara silaturrahmi dengan melibatkan mahasiswa.

(proses mediasi yang dilakukan pihak rektorat untuk menjawab beberapa solusi yang diminta oleh pihak "Aliansi Mahasiswa Unsyiah", taken by: aldi)


Tuntutan tersebut langsung dicekal oleh pembantu rektor III dengan memberikan dua opsi yang mencekang mahasiswa,:

- Opsi yang pertama, yang terkena skorsing harus memahami kesalahan dan memperbaiki diri dan teman-teman (mahasiswa) yang lain harus berubah dan tidak lagi melakukan hal yang begitu (ospek jurusan/prodi).

-Opsi yang kedua, bagi yang tidak setuju dengan hukum ini silahkan mengundurkan diri dari mahasiswa universitas ini ( Unsyiah ),tutur pembantu rektor III.

Akan tetapi dua opsi yang diberikan langsung oleh pembantu rektor III Unsyiah dijawab langsung oleh salah satu perwakilan mahasiswa yang dimana salah satu isi dari jawaban
  yang mereka lontarkan, yang kami cari disini adalah solusi.  yang bapak berikan tadi bukanlah solusi dan skorsing dijatuhkan tanpa melalui proses hukum itu adalah tindak kriminal kalau hari ini rektor tidak berpihak kepada kita, maka dia bukanlah rektor kita.

Sontak pernyataan tersebut langsung direspon dengan nada tinggi oleh pembantu rektor III, “hari ini yang mengatur kalian adalah kami, bukan kalian. Yang tidak setuju dengan hukum ini silahkan angkat kaki dari Unsyiah”.

Koordinator lapangan mengatakan ,“ jika skorsing terhadap mahasiswa tidak di cabut, kami menuntut akan menduduki gedung rektorat
  sampai skorsing terhadap mahasiswa dicabut". adapun pandangan masyarakat terhadap aksi tersebut, mereka menilai hal yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut agak sedikit arogan dan tidak beretika.

Hingga berita ini diturunkan aksi ini masih terus berlanjut.




Penulis : s_rivaldi
Editor : d_chndra

Minggu, 11 Oktober 2015

FOTO TERKENAL DI DUNIA DAN FOTOGRAFERNYA

Mungkin Anda sudah pernah melihat salah satu dari foto-foto ini sebelumnya, tetapi apakah Anda pernah melihat fotografer hebat yang mengambil foto-foto terkenal ini? Fotografi oleh Tim Mantoani.

(Mark Seliger dan fotonya Kurt Cobain. Dua bulan setelah foto ini diambil foto ini menjadi cover RS Memorial.)

[Jeff Widener dan fotonya "Tank Man". (Tienanmen Square, Cina - 1989)]

[Neil Leifer dan fotonya "Muhammad Ali vs Liston". (Lewiston, Maine - 25 Mei 1965)]

(Lyle Owerko memegang foto peristiwa yang berlangsung pada 9/11.)

[Brent Stirton memegang foto seekor Silverback Gorilla yang sudah mati seberat 280Kg. Gorilla ini dibunuh warga setempat. Ini merupakan upaya mengintimidasi penjaga yang mencoba untuk melindungi ekosistem. (Kongo)]

[Harry Benson memegang foto The Beatles ketika mereka baru saja mendengar bahwa mereka adalah nomor satu di tangga lagu di Amerika. (1964)]

[Mary Ellen Mark dan fotonya sirkus Ram Prakash Singh dengan Shyama gajahnya. (Ahmedabad, India - 1990)]

(Douglas Kirkland memegang foto saat ia menghabiskan malam dengan Marilyn Monroe.)

[Bill Eppridge berdiri dengan foto Robert F. Kennedy setelah pembunuhan. (5 Juni 1968)]

[Elliot Erwitt memegang foto ikonik anjingnya. (New York Central Park - 1974)]

[Steve McCurry dengan fotonya seorang wanita muda dari Peshawar, Pakistan. (1984)]

(Nick Ut dengan foto seorang gadis sembilan tahun, Kim Phuc, yang melarikan diri dari desanya setelah serangan napalm pada saat perang Vietnam 1972.)

(Jim Marshall ~ Johnny Cash)

(Bob Gruen dengan foto terkenal John Lennon. NYC, 1974)

(Fotografer Carl Fischer dan art director George Lois berkarya untuk cover Esquiremagazine yang sangat fenomenal, foto Muhammad Ali tahun 1967 yang berpose sebagai Santo Sebastian)

(Baron Wolman ~ Jimmi Hendrix)

(Phil Stern: ".Tidak.. Aku benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan - 1953 Rumah Sakit Benefit LA" - Marilyn Monroe)

(David Doubilet: "Lingkaran Ikan Barracuda, New Ireland, Papua Nugini ...Sekumpulan barakuda membentuk lingkaran diatas penyelam tiga kali pada sore hari,bener-benar pemandangan yang mengagumkan.)

(Michael Halsband: "Awalnya dibuat untuk poster untuk mengiklankan pertunjukan lukisan kolaboratif. Saya senang dan bangga dengan foto ini,New York City July 10, 1985. “ – Andy Warhol and Jean Michel Basquiat.)

(Roberto Salas: "gambar pertama Che Guevara saya di Habana,Januari,1959.Saya masih berumur 18 tahun.saat mengambil foto ini"-. Che Guevara dan Fidel Castro.)

(Ron Galella: "4 Oktober 1971. NYC "Windblown Jackie" Ini adalah hari keberuntungan saya! Aku mengikuti Jackie meninggalkan rumahnya di 5th Ave Apt di 85th St)

(Herman Leonard: "Awal 1948 di Royal Roost di New York.)

(Charles Moore: "Suatu hari di Montgomery Alabama ada demonstrasi Hak Sipil dipimpin oleh Martin Luther King.Lalu saya pergi ke pusat kota di mana Dr King sedang berbicara ketika dua polisi datang dan menangkap Dr.King.)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




“Cameras did not make these photographs, the photographers did. Without the dedication of photographers, like these passionate men and women, history would not have been recorded through their eyes and these moments they hold would not exist for our observation. Some of these photographers not only documented their generation but, their photographs have defined it.” – Tim Mantoani


editor       : d_chndra & r_ikrar









DENGAN PROSES KETAT UKM-F HAHoe MENGADAKAN "PRA HAMBOE TAHAP II"

(Pemberian arahan oleh panitia kepada calon anggota UKM-F HAHoe, taken by:ciland)

Darusalam, Sabtu 10 oktober 2015. UKM Haba Anek Hukom (HAHoe) FH USK mengadakan interview kepada calon-calon anggota baru UKM-F HAHoe  yang dipimpin langsung oleh ketua umum beserta sektretaris umum UKM-F HAHoe periode 2015/2016 di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Interview yang dilakukan di alam terbuka ini, sebelumnya sempat diadakan dikantin Fakultas Hukum Unsyiah. dikarenakan situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, lokasi interview tersebut dipindahkan ke halaman pelantaran mesjid jami'ik Unsyiah.

Di dalam interview tersebut beberapa calon anggota baru UKM-F HAHoe di tanyai kesiapan mereka baik secara fisik dan mental untuk dapat segera merespon ketika mereka dihadapkan pada hal yang tidak diinginkan ketika berada dilapangan saat meliput berita ataupun kegiatan lainnya, dan juga beberapa perntanyaan pengetahuan dan pengalaman  di dunia pers.


Rahmatul Ikrar sebagai ketua panitia pelaksana mengatakan, " proses interview ini di laksanakan sebagai rangkaian kegiatan tahap latihan dasar calon anggota baru hahoe".  Ikrar menambahkan, calon anggota baru hahoe  di tuntut keseriusan dan melihatkan jiwa professional serta loyal, karna itu sangat di perlukan nantinya jika mereka sudah terjun kelapangan.

(Salah satu anggota baru saat sedang di wawancarai. taken by: ciland)

Aditya selaku ketua umum UKM-F HAHoe  mengatakan, " proses interview ini di lakukan untuk mengetahui data awal, dari seberapa besar pemahaman anggota baru hahoe tentang UKM-F HAHoe ini,  dan yang menjadi poin penilaiannya disini adalah keseriusan, pengetahuan, pengalaman, serta loyalitas".
beliau juga menambahkan, semoga calon-calon anggota baru UKM-F HAHoe bisa mempertangung jawabkan apa yang telah mereka sampaikan di dalam interview yang mereka lakukan hari ini.

Dan berikut nama-nama calon Anggota baru UKM-F HAHoe yang mengikuti Interview:

1. Devi Alya Pratama
2. Reza Kausar
3. Taqwallah
4. Yulsilvia
5. Melan Septia Ningsih
6. Solvia Indah
7. Zhafirah Ulfa
8. Rizqina Delvianti
9. Haikal Maulidy
10. Syahrizal Rivaldi
11. M. Andri Ghatary
12. Nur Iksan
13. Dapit Ardiwan
14. Septiyani sistya
15. Faturrahman Altaf
16. Laila Amna
17. Nurhafni BT M. NUR.


Penulis : Nur_Island
Editor   : d_chndra & r_ikrar

Senin, 05 Oktober 2015

Raker bersama BEM dan UKM Fakultas Hukum Unsyiah

(suasana saat Raker di Aula Fakultas Hukum Unsyiah taken by : island_i)

Senin, 5 oktober 2015. BEM, UKM , dan DPM yang ada di Fakultas Hukum mengadakan kegiatan “Rapat Kerja Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unsyiah dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Hukum Unsyiah” yang bertempat di Aula Fakultas Hukum Unsyiah.

Raker yang semula di jadwalkan pada pukul 10:00 wib ini sempat molor selama beberapa menit , di karenakan belum lengkapnya perwakilan yang hadir pada Raker ini.

Kegiatan yang diadakan selama 3 bulan sekali ini bertujuan untuk dapat mengkoordinir jadwal kegiatan external setiap UKM-F dan BEM Fakultas Hukum agar tidak terjadi kerancuan dalam penentuan tanggal kegiatan masing-masing. Maka dari itu kegiatan yang langsung difasilitasi oleh DPM Fakultas Hukum ini dilakukan supaya bisa meluruskan dan meminimalisirkan jika terjadi kesamaan jadwal kegiatan mereka.

Dan nantinya hasil dari Raker 3 bulanan (Oktober, November, dan Desember) ini akan disahkan dengan penandatanganan  nota kesepahaman bersama oleh para Ketua UKM-F , BEM , beserta DPM Fakultas Hukum Unsyiah.

Raker jilid dua akan dilaksanakan pada akhir bulan Januari ataupun awal bulan Februari tergantung situasi dan kondisi nanti nya.


Penulis : island_i. dan d_chndra
editor : d_chndra

Minggu, 04 Oktober 2015

Let's Have Fun "Hunting with HAHoe"


(taken by: hahoe_inaction)



Sabtu, 3 oktober 2015. Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas HAHoe (UKM-F HAHoe) kembali mengadakan kegiatan wajib tahunan mereka "hunting with HAHoe". Tahun ini agak sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini kegiatan huntingnya diadakan berbarengan dengan pengenalan dan pelatihan dasar fotografi yang di mentori langsung oleh fotografer Haiter Noventri.

Kegiatan yang diketuai oleh Kiagus Tanjudin Fajar ini tidak hanya menarik animo peserta tapi juga mampu menarik perhatian sebahagian besar wisatawan yang sedang menikmati liburannya pada hari itu.


Kiagus mengatakan, "Mereka (para peserta) sangat antusias dalam menjalankan rangkaian kegiatan huting with hahoe dan juga mereka harapkan kegiatan seperti ini harus dilakukan rutin oleh hahoe".



Sebagai penanggung jawab acara rahmat ikrar menambahkan kalau kegiatan ini sangat besar manfaatnya bagi peserta bukan hanya dari segi materi tapi para peserta juga bisa mendapat pengalaman berharga langsung dari pemateri yang sudah merasakan pahit-manis nya dunia fotografi.

kegiatan yang di mulai pada pukul 10:00 wib ini dimulai dengan pengenalan dan pelatihan dari pemateri selama beberapa jam, yang kemudian setelah isoma (istirahat makan sholat) para peserta diberikan waktu beberapa jam untuk mencari spot nya masing-masing. foto hasil dari kegiatan ini juga akan langsung dinilai oleh panitia dan pemateri, foto terbaik akan di rekomendasikan untuk mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa se-UNSYIAH yang akan diadakan tahun depan, menarik untuk ditunggu siapakah orang terpilih yang akan mewakili Fakultas Hukum untuk tahun depan.

untuk melihat beberapa hasil dari fotonya bisa langsung di stalking ke instagram HAHoe : hahoe_inaction



P&E : d_chndra

5 Kelebihan menjadi jurnalis dibanding profesi lain

(ilustrasi jurnalis. ©shutterstock/wellphoto.com)



Merdeka.com - Pekerjaan apa yang membuat hidup Anda menjadi lebih bermakna dan memiliki banyak pengalaman? Jurnalis jawabannya. Tidak mudah untuk menjadi seorang wartawan yang tangguh. Anda perlu kekuatan fisik dan mental yang kuat.
Namun, semua itu akan terbayar dengan berbagai kelebihan yang dimiliki jurnalis. Dalam rangka Hari Kemerdekaan Pers Internasional yang jatuh pada 3 Mei, berikut kami sajikan kelebihan menjadi jurnalis yang dilansir Ehow.

Bertualang

Orang yang suka travelling sepertinya harus mempertimbangkan karir di bidang jurnalisme. Wartawan sering jalan-jalan atau berkeliling untuk mendapatkan berita. Anda memiliki kesempatan unutk mengunjungi tempat yang mungkin tidak pernah Anda datangi sebelumnya.

Keragaman

Jurnalisme adalah bidang yang sangat beragam, di mana Anda melakoni berbagai bidang. Misalnya Anda awalnya adalah wartawan ekonomi, kemudian dipindah ke pos berita olahraga, kesehatan, politik atau gaya hidup. Tentu keragaman ini memperkaya hidup Anda. Jika Anda bosan dalam pekerjaan yang itu-itu saja dan tidak berkembang, jurnalis adalah karir yang tepat.
Setiap pos berita memiliki tantangan dan kelebihan sendiri, sehingga wartawan harus terus beradaptasi dengan kondisi yang disajikan pada setiap waktu yang berbeda. Demikian juga, wartawan harus mandiri dan, karena itu mereka menikmati banyak kebebasan dalam kegiatan sehari-hari.

Bertemu orang penting

Tidak semua pekerjaan membuat Anda bisa bertemu presiden, artis, musisi atau tokoh penting lainnya. Namun, jika Anda menjadi seorang jurnalis, segalanya menjadi mungkin. Anda bisa mewawancarai sejumlah tokoh penting dengan leluasa karena Anda punya akses sebagai wartawan. Anda bisa datang ke berbagai seminar besar, konser musik dengan gratis karena profesi Anda untuk meliput dan menulis berita.

Memberi wawasan pada masyarakat

Seorang jurnalis menyampaikan informasi kepada masyarakat umum dengan cara tersendiri dan tidak ditemukan dalam profesi lainnya. Wartawan tidak hanya menyebarkan informasi, mereka juga mengungkap informasi dan melakukan penelitian yang membawa fakta baru.Sebuah karya jurnalis yang baik dapat bermanfaat bagi kepentingan umum. Anda berjasa menyebarkan fakta dan pengetahuan pada khalayak luas.

Menjadi pribadi tangguh

Pekerjaan ini tampak berat dan penuh risiko. Sehingga tidak semua fresh graduate mau bekerja di bidang ini. Jurnalis dituntut untuk membongkar fakta dan mencari kebenaran. Mereka harus bertualang sampai menemukan fakta. Belum lagi tekanan deadline yang mengejar para jurnalis setiap harinya.
Jurnalis harus siap liputan kapan pun dan di mana pun ketika dibutuhkan. Entah itu pagi atau malam hari. Pekerjaan ini memang keras, tapi membuat Anda tidak cengeng dan menjadi pribadi yang tangguh.

Setelah mengetahui kelebihan profesi ini, apakah Anda tertarik menjadi jurnalis?

sumber : (http://www.merdeka.com/gaya/5-kelebihan-menjadi-jurnalis-dibanding-profesi-lain.html)
editor : d_chndra


“ BERANI LAWAN KORUPSI “ BERSAMA KANAL KPK

(created by:ulek)


Banda Aceh, Rabu 30 september 2015. Kanal KPK  mengadakan workshop citizen journalism dengan tema “ BERANI LAWAN KORUPSI “. Kegiatan yang diadakan di ruang auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) ini cukup untuk mengundang rasa penasaran para masyarakat khususnya mahasiswa yang dimana itu tampak pada hari tersebut, sebahagian besar audience yang datang adalah mahasiswa. 

Pada kegiatan ini panitia menampilkan pemutaran video peluncuran kapsul waktu mimpi masyarakat aceh. Sebahagian isi dari Kapsul tersebut merupakan semua mimpi-mimpi yang selama ini sangat diharapkan masyarakat Indonesia yang khususnya masyarakat aceh. Yang kemudian di lanjutkan dengan tema acaranya, citizen journalism.

Dalam penyampaian mereka, warga atau masyarakat juga harus ikut dalam penyebaran informasi, tujuannya juga untuk kepentingan publik sendiri. tindakan journalism ini bisa dimulai dari hal-hal yang kecil disekitar kita dan untuk tujuan memberikan informasi kepada masyarakat banyak, karena untuk setiap tindakan journalism yang warga lakukan itu mendapat pengakuan langsung dari, : AJI (ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN) dan Kanal KPK.

Pernyataan itu juga dipertegas oleh Lexy Rambadeta yang mengatakan, “ untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, kegiatan ini (journalism warga) harus menggunakan alat-alat pendukung kegiatan untuk meliput (seperti kamera dan semua perlengkapan lainnya)”.

M. Nurdin mengatakan, “pengawasan masyarakat terhadap pembangunan merupakan peran penting agar tercapainya tujuan pembangunan yang bersih”. Adnan Pandu Praja juga menambahkan, “ semoga di daerah aceh ini tidak ada lagi yang namanya korupsi”.

Acara yang di mulai pada  pukul  08:30 wib. Ini tidak hanya oleh para mahasiswa tapi juga, asisten administrasi umum walikota Banda Aceh M. Nurdin S.sos. kehadiran beliau untuk menggantikan walikota yang sedang menghadiri The Global Taskforce of Local Government sebagai bagian dari The UN Sustainable Development Summit di New York, amerika serikat. Dan untuk pemateri langsung dihadiri oleh Adnan Pandu Praja Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lexy Junior Rambadeta sutradara film dokumenter dan video jurnalis Indonesia. 


penulis : r_ikrar
editor : d_chndra














Jumat, 02 Oktober 2015

Pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar hilang kontak

Merdeka.com - Pesawat maskapai Aviastar dengan rute penerbangan Masamba menuju Makassar diketahui hilang kontak pada 2 Oktober 2015. Sampai saat ini, tim masih melakukan pencarian dan belum diketahui keberadaannya.

Kepala Kapuskom Kemenhub JA Barata mengatakan, pesawat tipe DHC6/PKBRM. Terakhir pesawat kecil ini melakukan kontak di ATD Masamba : 06.29 UTC, ETA Makassar : 07.39 UTC.

Pesawat kecil berangkat dari Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25. Pesawat ini mengangkut 10 orang penumpang dan awak.
sumber : (http://www.merdeka.com/peristiwa/pesawat-aviastar-rute-masamba-makassar-hilang-kontak.html)
editor : adith_27