HAHoe FH USK

Haba Aneuk Hukoem (HAHoe) merupakan salah satu UKM yang berdiri di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh merupakan museum yang di bangun setelah tragedi Tsunami yang menimpa Aceh

Fakultas Hukum Unsyiah

Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Selasa, 29 September 2015

KSR PMI Unsyiah Kembali Terima Anggota Baru

Posko Open Recruitment KSR PMI di depan Fakultas Hukuk Unsyiah. (Achmad Julio/DETaK)

Achmad Julio | DETaK

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (PMI) Unit 01 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali menerima anggota baru. Kali ini pendaftaran dapat pendaftaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui online maupun manual dan pendaftar akan melalui tiga tahapan administrasi, interview dan diklat.

Untuk proses interview akan dilaksanakan pada 9 sampai 10 Oktober 2015, kemudian peserta yang lulus akan mengikuti pelatihan kepalangmerahan tiap akhir pekan.

“Dalam pelatihan tersebut peserta yang lulus tahap interview akan diberikan materi pelatihan terhadap kebencanaan, pertolongan pertama, manajemen kepemimpinan serta ilmu lingkungan,” kata Mulia, divisi Humas KSR 01 Unsyiah kepada detak-unsyiah.com 28 September 2015.

Lanjutnya, latar belakang disiplin ilmu yang akan dimiliki dalam KSR PMI Unit 01 Unsyiah nantinya dapat 
melahirkan sukarelawan yang edukatif dan terampil sehingga akan tercapainya tujuan dari lembaga ini yaitu meningkatkan aksi dan advokasi dalam bidang kemanusiaan serta respon yang tinggi dalam bencana dan lingkungan.

“Diharapkan adanya minat yang besar dari mahasiswa khususnya, serta dapat menjadi sukarelawan yang edukatif dan terampil sehingga bencana yang terjadi dapat dicegah dimana peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah kemanusiaan, lingkungan dan bencana,” papar Mulia.

Posko pendaftaran open recruitment ini berada di depan Fakultas Hukum Unsyiah yang sudah berlangsung sejak 11 september dan berakhir pada 9 Okttober 2015.
Editor: Riska Iwantoni
(sumber : http://detak-unsyiah.com/headline/ksr-pmi-unsyiah-kembali-terima-anggota-baru.html)

Jumat, 18 September 2015

“ROCK CLIMBING” NYA UKM-F MAPALA FAKULTAS HUKUM





(salah satu anggota yang sedang mencoba "rock climbing"nya UKM-F MAPALA Fakultas Hukum)


Selasa, 15 septmber 2015 mapala fakultas hukum unsyiah kembali mengadakan latihan rock climbing di pantai lampuuk banda aceh. Kegiatan yg mrupakan program  rutin mapala dibagian divisi rock climbing ini tidak hanya mmbntuk otot saja tapi juga untuk pembentukan karakter para anggota dalam menghadapi rintangan yang ada didepan mereka.



Wildy alhumaira yg mrupkan salah satu anggota mapala hukum unsyiah ddvisi rock climbing menambahkan kalau kegiatan ini bagus untuk mmbentuk karakter seseorang, "kegiatan ini bagus untuk mmbntuk karakter seseorang, karena ddlam rock climbing kita hanya mengenal 3 asas, yaitu otak, otot dan nasib. Jadi mental seseorang akan diuji ddlam situasi tekanan sesulit mngkin untk mncri jalan keluar dri rintangan yg ad ddpanny (ketika memanjat)".

Umumnya peralatan yang dipakai mrupakan peralatan berstandar internasional yang biasa dipakai oleh rock climbing internasional seperti: Harness, tali karmantel, carabiner, figure 8 , chalk bag dll.

(wildy alhumaira "darut" ketika menaklukkan tebing di lampuuk beach)

Kegiatan latihan yang biasa diadkan 2 kali dalam sblan ini, tak sekedar program biasa. Mereka sengaja melakukan program latihan ini agar para anggota mapala hukum unsyiah siap tampil apabila ada kejuaraan perlombaan maupun even-even skala nasional seperti yang pernah mereka ikuti sebelumnya. Banyaknya animo dan antusias dari masyarkat disambut positif oleh para rock climbing yang hadir, kegiatan ini dipantau langsung oleh ketua UKM-F MAPALA Fakultas Hukum Unsyiah M.  Azhari "gugla".

OPEN RECRUITMENT UKM FAKULTAS HUKUM UNSYIAH



Banda Aceh, kamis 17 september 2015

BEM Fakultas Hukum bersama seluruh UKM mengadakan Open Recruitment di Loby Fakultas Hukum Unsyiah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 18 september 2015.

Open recruitment secara bersama ini bertujuan untuk penerimaan pendaftaran mahasiswa baru yang tertarik untuk ikut bergabung pada tiap-tiap UKM yang diminati. Pelaksanaan kegiatan yang buka pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.00 ini berlansung baik dengan banyaknya antusias mahasiswa yang mendaftar di tiap-tiap UKM yang ada di Fakultas Hukum.

Adapun ukm yang melaksanakan kegiatan open recruitment diantaranya BEM, KPS, LDK AL AHKAM, MAPALA, FORKAH, HAHoe, BASKOM, UKM OLAHRAGA serta bazaar buku yg adakan UKM ALSA.


Penulis : R_Ikrar
Editor   :D_Chndr

KPS FAKULTAS HUKUM UNSYIAH SIAP TAMPIL ALL OUT

(foto tim delegasi  sebelum melakukan simulasi diruang Auditorium Fakultas Hukum, mereka akan diberangkatkan untuk “NMCC PIALA PROF. SOEDARTO V, UNIVERSITAS DIPONOGORO" pada hari kamis ini, )




Selasa, 15 september 2015 komunitas peradilan semu (KPS) fakultas hukum universitas syiah kuala melakukan pelepasan delegasi yang akan bertanding pada “NMCC PIALA PROF. SOEDARTO V, UNIVERSITAS DIPONOGORO". Delegasi yang rencana nya akan di berangkat pada kamis pagi ini mendapat sambutan positif dan dukungan dari mahasiswa di Fakultas Hukum, Para Dekanan Fakultas Hukum Usnyiah dan juga dari pihak Rektorat Unsyiah sendiri.

Pada hari itu para peserta delegasi tidak hanya meminta dukungan dan doa saja mereka juga menampilkan hasil latihan mereka selama 5 bulan terakhir ini. Mereka bertekad untuk dapat melampaui target dari tahun kemarin yang membawa pulang medali juara -3. Tamu undangan yang menghadiri acara pelepasan dan penampilan delegasi kps juga tampak antusias melihat seberapa hebat perkembngan akting yang di perankan oleh para peserta delegasi yang akan diturunkan untuk tahun ini.


Sebahagian dari peserta merupakan bagian dari tim yang menang tahun lalu, mereka tetap dipertahankan untuk dapat menambah motivasi untuk dapat mengejar target lebih bagus dari tahun yang lalu. NMCC Soedarto sudah dilaksankan 5x dan ini merupakan tahun ke-5, dengan kasus Tipikor NMCC tahun ini juga tak kalah dengan tahun kemarin 16 delegasi yang meliputi: Universitas Udayana, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Trunojoyo, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Lampung, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Swadaya Gunung Jati, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Mataram, dan anggota tim delegasi dari fakultas hukum Universitas Syiah Kuala.

Dan berikut nama-nama tim delegasi  yang akan diberangkatkan untuk “NMCC PIALA PROF. SOEDARTO V, UNIVERSITAS DIPONOGORO”, :
  • Diandra Ayasha (Ketua Delegasi)
  • Desfa Mutia Lestari (Hakim Ketua)
  • Iqbal Rahmadi (Hakim)
  • Nur Azizah (Hakim 2)
  • Mahatir Rahman (Penasehat Hakim)
  • T. Eru Fadillah (Jaksa Penuntut Umum)
  • Fenny Yolanda (Jaksa Penuntut Umum)
  • Ummahatul Sari (Penasehat Hukum)
  • Ashabul Kahfi (Rohaniawan)
  • Ilham Baihaqi (Petugas)
  • Annisa Fadilah (Panitera)
  • M. Roza Khadafi (Terdakwa)
  • Bella Reza Dwi Putri (Saksi)
  • Rahmi Miranda (Saksi)
  • Hayatul Magfirah (Saksi)
  • T. Romy Pahlevi (Saksi)
  • M. Ghazi Helwin (Saksi)
  • Lutfhan Aufar (Saksi)
  • Ichsan Arisaputra (Official)
  • Ahmed Junia Akbar (Official).


Penulis : M._Gery_R.D.
Editor   : D._Chandr

Senin, 14 September 2015

PERSEMBAHAN UKM FORKAH UNTUK WIDJI TUKUL


Banda aceh – rabu 9 september 2015 sekitar pukul 20.00 WIB, Forum Komunikasi Aneuk hokum (FORKAH) mengadakan kegiatan pembacaan puisi yang di dedikasikan untuk widji tukul, dan di barengi dengan dialog interaktif dengan Pemateri Hendra Syahputra yang berjabat sebagai Koordinator kontras. 

Widji Thukul, yang bernama asli Widji Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Agustus 1963 – meninggal di tempat dan waktu yang tidak diketahui, hilang sejak diduga diculik, 27 Juli 1998 pada umur 34 tahun) dia adalah sastrawan dan aktivis hak asasi manusia berkebangsaan Indonesia. Tukul merupakan salah satu tokoh yang ikut melawan penindasan rezim Orde Baru dengan syair puisi dan sajak-sajak suara ia mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Semenjak bulan Juli 1996, Thukul sudah berpindah-pindah keluar masuk daerah dari kota satu ke kota yang lain untuk bersembunyi dari kejaran aparat. Dalam pelariannya itu Thukul tetap menulis puisi-puisi pro-demokrasi yang salah satu di antaranya berjudul Para Jendral Marah-Marah. Sejak 1998 sampai sekarang dia tidak diketahui rimbanya, dinyatakan hilang Pada tahun 2000, Sipon melaporkan hilangnya Thukul pada KONTRAS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), namun Thukul belum ditemukan hingga kini, Kerusuhan pada Mei 1998 telah menyeret beberapa nama aktivis kedalam daftar pencarian orang hilang.

Hasyimi Pradana sebagai ketua kegiatan acara, mengatakan pembacaan puisi ini yang  di dedikasikan untuk wiji tukul, bertujuan untuk membagun jiwa solidaritas dan jiwa kritis mahasiswa untuk bersama peduli dan kritis terhadap masalah-masalah social termasuk pelangaran ham.

Ketua BEM FH USK Muhammad Aqil menambahkan lagi dalam kata sambutanya mengatakan sangat mengapresiasi terhadap kegiatan ini. Dia beranggapan bahwa pelangaran HAM adalah kejahatan yang paling berat. aqil selaku ketua BEM terpilih periode ini mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dan kritis dalam membasmi pelangaran HAM . "kritis bukan berarti sadis. Kritis juga bukan berarti harus anarkis. Tapi kritis adalah seni di mana kita mengeluarkan apresiasi expresi kita terhadap sesuatu hal". Ia mencontohkan widji tukul berkarya  dengan seni puisi dan syair-syairnya. Maka jadikan seni sebagai wadah untuk ber ekspresi menyampaikan jiwa-jiwa kritis kita.

Dalam kegiatan tersebut Hendra Syahputra selaku Pemateri dalam sesi diskusi mengatakan “ mahasiswa hukum harus peka dan kritis terhadap lingkungan social, sebagai mahasiswa hukum dituntut untuk berperan aktif terhadap masalah-masalah social", beliau mencontohkan mahasiswa hukum dahulu bisa menyelesaikan masalah-masalah konfik di gampoeng-gampoeng seperti KDRT, Pelangaran-Pelangaran asusila, dia mengatakan dahulu seorang mahasiswa hukum saat berbicara di halayak ramai dalam penyelasiaian masalah-masalah tersebut  sangat di dengar oleh orang gampoeng tersebut, sebegitu  pentingnya peran mahasiswa-mahasiswa di dalam mengabil keputusan musyawarah di gampoeng-gampoeng mereka. 

Dalam acara tersebut juga menampilkan video documenter perjalanan widji tukul dari kecil hingga menjadi aktivis sampai dia hilang tidak di ketahui keberadaannya. Dalam kegiatan ini Ukm Forkah banyak menampilkan karya-karya wiji tukul dari puisi sampai dengan sajak-sajak suara. Kegiatan ini tidak hanya di hadiri oleh setiap UKM FH USK berserta BEM dan DPM FH USK saja tapi juga mampu mencuri perhatian dari mahasiswa yang penasaran dengan seberapa besarnya nama yang disandang oleh si Widji Thukul ini.

penulis: Nur_Island
editor  : D_Chandra