(“si
pemikat kecil” atau para calon ketua BEM yang sedang melakukan interaksi
sebelum pemaparan karya tulis), -foto: ayub
Banda Aceh, kamis 21 mei 2015 merupakan hari yang penting
bagi para balon-balon DPM-FH dan BEM-FH. Pada kesempatan itu kami tim dari
HAHoe! Diberi kesempatan untuk mewawancara dua balon terkuat untuk calon BEM-FH
yang baru, yaitu
Aditya Rivaldi dan
Muhammad Aqil terkait pandangan
mereka satu sama lain tentang kapasistas dan harapan yang sangat mereka
inginkan.
HAHoe! : Bagaimana perasaan anda menjadi
salah satu dari dua wakil kuat sebagai pemegang kekuasaan diperiode baru?
A. Rivaldi : secara pribadi saya pikir perasaan
saya tidak begitu nyaman karena, pesaing ataupun dari pihak yang lain adalah
teman dekat. namun demikian karena mungkin memang kawan-kawan percaya jadi saya
pikir ya kita coba bahagia-bahagiakan diri.
M.
Aqil : yang pertama perasaan saya
deg-degkan, tidak optimis ataupun pesimis karena sekarang pemilihan kita hanya punya
dua calon ,itu sama dengan kita adu penalty cuma ada dua pilihan tidak ada
pemecah suara.
HAHoe! : Bagaimana tanggapan anda dengan
calon lawan kalian ini?
A. Rivaldi : saya pikir saudara aqil luar biasa,
beliau memiliki kesiapan yang kuat dan beliau memiliki kesiapan yang bagus, dan
saya pikir beliau salah satu kandidat yang sangat cocok memimpin BEM-FH.
M.
Aqil : calon yang bagus, beliau
mengerti soal gerakan dan juga orang yang mengerti soal organisasi namanya juga
besar di organisasinya sendiri, lawanlah.
HAHoe! : Apa yang anda lihat dari mahasiswa
hukum yang sekarang atau apa yang mereka perlukan sekarang?
A. Rivaldi : saya pikir, yang mahasiswa fakultas
hukum sekarang sesosok pemimpin yang mampu mengatur moralitas mengapa demikian
bukan karena kekurangan moral tetapi mahasiswa fakultas hukum karena tidak ada
yang mengontrol moralnya sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang diluar
moralitas yang biasa yang sebenarnya ditolak di masyarakat.
M.
Aqil : lebih apatis, nampak dari
contoh BEM-BEM tahun lalu yang membuat acara itu hanya sebahagian dari
mahasiswa aktif 1500 orang itu paling ada ratusan cuma yang ikut tidak sampai seribu
yang ikut, makanya saya mengatakan mahasiswa kita mahasiswa yang apatis.
HAHoe! : Ketika anda terpilih menjadi ketua
BEM-FH yang baru nanti, kira-kira langkah apa yang pertama kali anda akan
lakukan?
A. Rivaldi : saya pikir, langkah yang pertama yang
saya laksanakan ketika menjadi ketua BEM, saya mau mencoba lelang kabinet, karena
saya pikir kabinet itu tidak bisa saya yang menentukan karena kadang-kadang ada
orang yang sahabat kita tapi tidak bisa memimpin ngapain kita ambil sahabat
kita makanya kita tetap pilih orang-orang yang memang bagus, terserah mau dia
dari partai yang mana, mau dia dari orang yang mana, mau dia musuh ini mau dia musuh itu selama dia bagus kita
akan pakai dia.
M.
Aqil : open recruitmen untuk
penyusunan kabinet, itu yang pertma kali bakal saya lakukan, tanpa kabinet
ketua bukan apa-apa.
HAHoe! : Terakhir, apabila nanti anda tidak
berhasil menang, apa harapan anda untuk ketua BEM-FH periode ini?
A. Rivaldi : harapan saya yang terbesar buat aqil
adalah saya berharap dia dapat melakukan revolusi mental dan aklhak unutk
fakulktas hukum .
M. Aqil : ya tetap mengusung yyang namanya
persatuan, membngun nggk ada lagi perpechana nggk ada lagi bertndak sesuai
dengan kepntingan tapi bertindfak sesuai kbuthan, berfifkir secara hologen
untuk kebuthan masyarakat kampusbukan cuma buat organisasi semata saja, tapi
kita akan tetap bantu!
semoga saja harapan mereka bisa terealisasikan dengan baik dan benar, bagi sang penguasa periode baru nanti diharapkan melaksanakan semua janji yang mereka ucapkan. masyarakat fakultas hukum merindukan pemimpin yang berada di garis depan, bukan yang berkoar-koar dibelakang penderitaan orang lain.
Editor:
si_cen