(aksi "Aliansi Mahasiswa Unsyiah" dalam penyampaian tuntutan di gedung rektorat Unsyiah, taken by:aldi)
Banda aceh, Senin 12-10-2015. Ratusan mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam “ Aliansi Mahasiswa Unsyiah” mendatangi gedung rektorat Unsyiah untuk menyampaikan aspirasi mereka dan tuntutan kepada rektor Universitas Syiah Kuala.
Para mahasiswa menuntut agar rektor keluar dari dalam gedung dan mendegarkan aspirasi dan tuntutan-tuntutan mahasiswa.
Tapi para mahasiswa tidak terima,karena yang turun untuk mendengarkan tuntutan mahasiswa adalah pembantu rektor III (Dr.Ir. Alfiansyah yulianur BC.).
Mahasiswa menyatakan beberapa tuntutannya di antaranya,cabut skorsing yang diberikan kepada 10 mahasiswa yang terkait, rektor harus meminta maaf kepada mahasiswa melalui media,rehabilitasi FISIP dan berikan fasilitas yang layak,dan revisi ulang peraturan mengenai acara silaturrahmi dengan melibatkan mahasiswa.
(proses mediasi yang dilakukan pihak rektorat untuk menjawab beberapa solusi yang diminta oleh pihak "Aliansi Mahasiswa Unsyiah", taken by: aldi)
- Opsi yang pertama, yang terkena skorsing harus memahami kesalahan dan memperbaiki diri dan teman-teman (mahasiswa) yang lain harus berubah dan tidak lagi melakukan hal yang begitu (ospek jurusan/prodi).
-Opsi yang kedua, bagi yang tidak setuju dengan hukum ini silahkan mengundurkan diri dari mahasiswa universitas ini ( Unsyiah ),tutur pembantu rektor III.
Akan tetapi dua opsi yang diberikan langsung oleh pembantu rektor III Unsyiah dijawab langsung oleh salah satu perwakilan mahasiswa yang dimana salah satu isi dari jawaban yang mereka lontarkan, yang kami cari disini adalah solusi. yang bapak berikan tadi bukanlah solusi dan skorsing dijatuhkan tanpa melalui proses hukum itu adalah tindak kriminal kalau hari ini rektor tidak berpihak kepada kita, maka dia bukanlah rektor kita.
Sontak pernyataan tersebut langsung direspon dengan nada tinggi oleh pembantu rektor III, “hari ini yang mengatur kalian adalah kami, bukan kalian. Yang tidak setuju dengan hukum ini silahkan angkat kaki dari Unsyiah”.
Koordinator lapangan mengatakan ,“ jika skorsing terhadap mahasiswa tidak di cabut, kami menuntut akan menduduki gedung rektorat sampai skorsing terhadap mahasiswa dicabut". adapun pandangan masyarakat terhadap aksi tersebut, mereka menilai hal yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut agak sedikit arogan dan tidak beretika.
Hingga berita ini diturunkan aksi ini masih terus berlanjut.
Penulis : s_rivaldi
Editor : d_chndra










0 komentar:
Posting Komentar