Rabu, 27 Mei 2015

MENGENAL LEBIH DEKAT “SI PEMIKAT KECIL" DARI KAMPUS MERAH

(“si pemikat kecil” atau para calon ketua BEM yang sedang melakukan interaksi sebelum pemaparan karya tulis), -foto: ayub


Banda Aceh, kamis 21 mei 2015 merupakan hari yang penting bagi para balon-balon DPM-FH dan BEM-FH. Pada kesempatan itu kami tim dari HAHoe! Diberi kesempatan untuk mewawancara dua balon terkuat untuk calon BEM-FH yang baru, yaitu Aditya Rivaldi dan Muhammad Aqil terkait pandangan mereka satu sama lain tentang kapasistas dan harapan yang sangat mereka inginkan.

HAHoe!            : Bagaimana perasaan anda menjadi salah satu dari dua wakil kuat sebagai pemegang kekuasaan diperiode baru?

A. Rivaldi         : secara pribadi saya pikir perasaan saya tidak begitu nyaman karena, pesaing ataupun dari pihak yang lain adalah teman dekat. namun demikian karena mungkin memang kawan-kawan percaya jadi saya pikir ya kita coba bahagia-bahagiakan diri.

M. Aqil   : yang pertama perasaan saya deg-degkan, tidak optimis ataupun pesimis karena sekarang pemilihan kita hanya punya dua calon ,itu sama dengan kita adu penalty cuma ada dua pilihan tidak ada pemecah suara.

HAHoe!            : Bagaimana tanggapan anda dengan calon lawan kalian ini?

A. Rivaldi         : saya pikir saudara aqil luar biasa, beliau memiliki kesiapan yang kuat dan beliau memiliki kesiapan yang bagus, dan saya pikir beliau salah satu kandidat yang sangat cocok memimpin BEM-FH.

M. Aqil   : calon yang bagus, beliau mengerti soal gerakan dan juga orang yang mengerti soal organisasi namanya juga besar di organisasinya sendiri, lawanlah.

HAHoe!            : Apa yang anda lihat dari mahasiswa hukum yang sekarang atau apa yang mereka perlukan sekarang?

A. Rivaldi         : saya pikir, yang mahasiswa fakultas hukum sekarang sesosok pemimpin yang mampu mengatur moralitas mengapa demikian bukan karena kekurangan moral tetapi mahasiswa fakultas hukum karena tidak ada yang mengontrol moralnya sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang diluar moralitas yang biasa yang sebenarnya ditolak di masyarakat.

M. Aqil   : lebih apatis, nampak dari contoh BEM-BEM tahun lalu yang membuat acara itu hanya sebahagian dari mahasiswa aktif 1500 orang itu paling ada ratusan cuma yang ikut tidak sampai seribu yang ikut, makanya saya mengatakan mahasiswa kita mahasiswa yang apatis.

HAHoe!            : Ketika anda terpilih menjadi ketua BEM-FH yang baru nanti, kira-kira langkah apa yang pertama kali anda akan lakukan?

A. Rivaldi         : saya pikir, langkah yang pertama yang saya laksanakan ketika menjadi ketua BEM, saya mau mencoba lelang kabinet, karena saya pikir kabinet itu tidak bisa saya yang menentukan karena kadang-kadang ada orang yang sahabat kita tapi tidak bisa memimpin ngapain kita ambil sahabat kita makanya kita tetap pilih orang-orang yang memang bagus, terserah mau dia dari partai yang mana, mau dia dari orang yang mana, mau dia musuh  ini mau dia musuh itu selama dia bagus kita akan pakai dia.

M. Aqil   : open recruitmen untuk penyusunan kabinet, itu yang pertma kali bakal saya lakukan, tanpa kabinet ketua bukan apa-apa.

HAHoe!            : Terakhir, apabila nanti anda tidak berhasil menang, apa harapan anda untuk ketua BEM-FH periode ini?

A. Rivaldi         : harapan saya yang terbesar buat aqil adalah saya berharap dia dapat melakukan revolusi mental dan aklhak unutk fakulktas hukum .

M. Aqil   : ya tetap mengusung yyang namanya persatuan, membngun nggk ada lagi perpechana nggk ada lagi bertndak sesuai dengan kepntingan tapi bertindfak sesuai kbuthan, berfifkir secara hologen untuk kebuthan masyarakat kampusbukan cuma buat organisasi semata saja, tapi kita akan tetap bantu!

semoga saja harapan mereka bisa terealisasikan dengan baik dan benar, bagi sang penguasa periode baru nanti diharapkan melaksanakan semua janji yang mereka ucapkan. masyarakat fakultas hukum merindukan pemimpin yang berada di garis depan, bukan yang berkoar-koar dibelakang penderitaan orang lain. 

Editor: si_cen


0 komentar:

Posting Komentar