Minggu, 22 November 2015

Penjahit Yang Tak Kenal Lelah




 
                                       
                                             19 November 2015  (Taken by: Hany_N)

Wajahnya berkeringat,suaranya serak dan selalu memberikan senyum kepada setiap pelanggan yang datang walau gigi di mulutnya sudah jarang.Tangannya sibuk memasukkan benang ke sepatu yang akan diperbaiki.Pekerjaan yang dilakukan setiap hari.
Abu bakar,warga gampong Tanjong Seulamat kecamatan Syiah Kuala ini memperbaiki sepatu rusak di depan Jalan T. Nyak Arif  Tanjung Seulamat Kota Banda Aceh.Sudah 18 tahun Abu bakar bergerak di bidang ini.Berawal dari membantu orang tua untuk menjahit sepatu.”Sudah dari kelas 3 SD saya ngejahit seperti ini.Saya sudah hafal dan mengupas semua ilmu  menjahitnya”ujarnya sambi ketawa.
Sudah 18 tahun pria ini membuka usaha di pinggir jalan .Di sinilah dia menjahit sepatu para pelanggannya yang rusak mulai dari pukul 08.30 WIB sampai 18.00 WIB. Abu memperbaiki semua jenis kerusakan,baik jahit sobekan di sepatu,mengelem sampai memperbaiki tapak sepatu.
            Setiap hari ,bapak 2 putri ini menerima penghasilan kira-kira Rp 300-350 ribu.Dari hasil kerja keras dan kesabaranya ini,Abu berhasil membeli sepeda,sepeda motor dan menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi dan memberikan barang kepada anaknya seperti laptop dan handphone.Meskipun berpenghasilan cukup, dia selalu menyempatkan diri untuk beramal .
            “Selama perkerjaan ini halal,untuk apa saya malu.Malah ini menjadi berkah bagi saya dan keluarga.Setidaknya saya tidak mencuri uang orang lain”katanya kepada saya.

Penulis: Hany_N

Editor:D_Chandra

0 komentar:

Posting Komentar