19
November 2015 (Taken by: Hany_N)
Wajahnya berkeringat,suaranya serak
dan selalu memberikan senyum kepada setiap pelanggan yang datang walau gigi di
mulutnya sudah jarang.Tangannya sibuk memasukkan benang ke sepatu yang akan
diperbaiki.Pekerjaan yang dilakukan setiap hari.
Abu bakar,warga gampong Tanjong
Seulamat kecamatan Syiah Kuala ini memperbaiki sepatu rusak di depan Jalan T.
Nyak Arif Tanjung Seulamat Kota Banda
Aceh.Sudah 18 tahun Abu bakar bergerak di bidang ini.Berawal dari membantu
orang tua untuk menjahit sepatu.”Sudah dari kelas 3 SD saya ngejahit seperti
ini.Saya sudah hafal dan mengupas semua ilmu
menjahitnya”ujarnya sambi ketawa.
Sudah 18 tahun pria ini membuka usaha
di pinggir jalan .Di sinilah dia menjahit sepatu para pelanggannya yang rusak
mulai dari pukul 08.30 WIB sampai 18.00 WIB. Abu memperbaiki semua jenis
kerusakan,baik jahit sobekan di sepatu,mengelem sampai memperbaiki tapak
sepatu.
Setiap hari
,bapak 2 putri ini menerima penghasilan kira-kira Rp 300-350 ribu.Dari hasil
kerja keras dan kesabaranya ini,Abu berhasil membeli sepeda,sepeda motor dan
menyekolahkan anaknya hingga ke Perguruan Tinggi dan memberikan barang kepada
anaknya seperti laptop dan handphone.Meskipun berpenghasilan cukup, dia selalu
menyempatkan diri untuk beramal .
“Selama
perkerjaan ini halal,untuk apa saya malu.Malah ini menjadi berkah bagi saya dan
keluarga.Setidaknya saya tidak mencuri uang orang lain”katanya kepada saya.
Penulis: Hany_N
Editor:D_Chandra








0 komentar:
Posting Komentar