(Taken by: Hany_N)
Mahasiswa Fisip Unsyiah
menyelenggarakan acara diskusi bersama
pada hari Kamis (19/11) dengan
tema”Reaktualisasi Pemikir Politik Dr.Hasan Muhammad di Tiro”.Bertempat di aula kampus Fisip yang
didatangi seorang pemateri yang bernama Haekal Afifa yaitu penerjemah buku Aceh
Bak Mata Donya dan yang menjadi moderator saat itu adalah Tata Moeda Taqwa.
Pada diskusi ini Haekal Afifa
membahas beberapa pokok tentang gugatan Hasan Tiro dari nasionalis ke Federalis
islamic,rekonstruksi konsep sejarah Aceh,konsep sejarah politik Hasan Tiro
pada pola recruitment Aceh merdeka dan
yang terakhir adalah Mou Helsinki.
Di dalam diskusi
ini ada 60 orang yang hadir di antaranya 57 orang laki-laki dan 3 orang perempuan
termasuk saya sendiri. Bagi Hasan Tiro, Aceh hanya melawan Jepang(1942-1945)
dan Belanda pada tahap 1 (5 April-23
April 1873),tahap 2 (Des 1911 –Maret 1942).
Di forum sederhana ini
juga membahas tentang bendera Aceh yang filosofinya dua garis putih ialah makna
kesucian perjuangan aceh, warna merah adalah lambang kepahlawanan dan
keberanian,bulan sabit dan bintang artinya lindungan cahaya iman & rukun Islam,garis
hitam menandakan simbol duka rakyat Aceh yang syahid dan bulan bintang melambangkan konstitusi negara
Islam.
Tujuan seminar ini
diadakan untuk mengingatkan kepada anak–anak Aceh supaya kita terus
melestarikan semangat-semangat dan perjuangan orang Aceh terdahulu .(Hany_N)








0 komentar:
Posting Komentar