Senin, 23 November 2015

FISIP MENGENANG MOU HELSINKI



 











(Taken by: Hany_N)
Mahasiswa Fisip Unsyiah menyelenggarakan acara diskusi  bersama pada hari Kamis (19/11)  dengan tema”Reaktualisasi Pemikir Politik Dr.Hasan Muhammad  di Tiro”.Bertempat di aula kampus Fisip yang didatangi seorang pemateri yang bernama Haekal Afifa yaitu penerjemah buku Aceh Bak Mata Donya dan yang menjadi moderator saat itu adalah Tata Moeda Taqwa.
Pada diskusi ini Haekal Afifa membahas beberapa pokok tentang gugatan Hasan Tiro dari nasionalis ke Federalis islamic,rekonstruksi konsep sejarah Aceh,konsep sejarah politik Hasan Tiro pada  pola recruitment Aceh merdeka dan yang terakhir adalah Mou Helsinki.
Di dalam diskusi ini  ada 60 orang yang hadir di antaranya  57 orang laki-laki dan 3 orang perempuan termasuk saya sendiri. Bagi Hasan Tiro, Aceh hanya melawan Jepang(1942-1945) dan Belanda pada  tahap 1 (5 April-23 April 1873),tahap 2 (Des 1911 –Maret 1942).
Di forum sederhana ini juga membahas tentang bendera Aceh yang filosofinya dua garis putih ialah makna kesucian perjuangan aceh, warna merah adalah lambang kepahlawanan dan keberanian,bulan sabit dan bintang artinya lindungan cahaya iman & rukun Islam,garis hitam menandakan simbol duka rakyat Aceh yang syahid dan  bulan bintang melambangkan konstitusi negara Islam.
Tujuan seminar ini diadakan untuk mengingatkan kepada anak–anak Aceh supaya kita terus melestarikan semangat-semangat dan perjuangan orang Aceh terdahulu .(Hany_N)



0 komentar:

Posting Komentar